Ada rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika berbicara tentang SSB Kariangau. Sekolah sepakbola ini bukan hanya tempat anak-anak belajar menendang bola, tapi juga rumah bagi mimpi, kerja keras, dan kebersamaan. Dan sebagai seseorang yang begitu mencintai SSB Kariangau, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan tim U-14 yang baru saja menyelesaikan kompetisinya.
Musim ini memang tidak mudah. Dari enam pertandingan yang dijalani, tim U-14 kita hanya mampu meraih satu poin. Hasil ini membuat Kariangau harus menerima kenyataan pahit: terdegradasi.
Namun, di balik angka-angka itu, ada cerita yang jauh lebih berharga. Saya melihat anak-anak yang setiap minggunya datang dengan semangat tinggi, berlari mengejar bola tanpa kenal lelah, berjuang meski skor di papan tidak berpihak pada mereka. Saya menyaksikan air mata kecewa ketika peluit panjang berbunyi, tapi juga senyum tulus saat mereka saling merangkul dan berkata, “Tidak apa-apa, kita sudah berjuang bersama.”
Inilah yang membuat saya bangga. Karena sepakbola bukan hanya soal menang atau kalah. Sepakbola adalah tentang karakter, tentang bagaimana anak-anak belajar menerima kekalahan dengan lapang dada, tentang bagaimana mereka tidak menyerah meski keadaan sulit, dan tentang bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
SSB Kariangau U-14 memang terdegradasi. Tapi cinta kami kepada mereka tidak pernah berkurang sedikit pun. Justru dari sinilah kami yakin, akan lahir kebangkitan. Karena mimpi anak-anak ini masih panjang, dan semangat mereka tidak akan pernah padam.
Terima kasih untuk seluruh pemain, pelatih, dan orang tua yang selalu mendukung. Perjalanan ini baru permulaan. Dari Kariangau, kita belajar bahwa cinta pada sepakbola tidak ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi oleh tekad untuk terus melangkah.
Kami percaya, SSB Kariangau akan kembali lebih kuat. Dan saya, sebagai pecinta sejati Kariangau, akan selalu ada untuk menyaksikan perjalanan indah ini.
Hidup Kariangau! ⚽💚

Tidak ada komentar:
Posting Komentar